Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Inilah Salah Satu Tanda Akhir Zaman Yang Kerap Berlaku Pada Zaman Sekarang. Apakah Itu?

MATERIAL dalam hidup ini memanglah menjadi salah satu hal yang paling diutamakan. Sebab, dalam hal ini untuk memenuhi keperluan dan kehendak dalam kehidupan, memerlukan material untuk mendapatkannya. Untuk itu, ramai orang berlumba-lumba mencari material untuk memenuhi keperluan duniawinya.

Meski demikian, apabila sifat wara’ (tidak tamak terhadap harta dan kehidupan dunia) sudah berkurang dari diri seorang muslim, maka nilai agama dalam dirinya pun semakin berkurang. Dan apabila nilai agamanya berkurang, maka ia akan terjerumus ke dalam syubhat (semua perkara yang halal-haramnya diragukan).

Setelah itu, orang seperti itu akan terjerumus ke dalam perkara yang diharamkan agama. Ia pun tidak akan peduli lagi kepada sumber kekayaannya. Apakah bersumber dari yang halal atau yang haram.

Fenomena ketidakpedulian kepada sumber harta dan kekayaan ini sudah muncul dan terjadi pada zaman ini. Tepat seperti apa yang telah disabdakan oleh Rasulullah SAW. Abu Hurairah meriwayatkan, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Aka tiba satu zaman yang ketika itu orang tidak peduli lagi bagaimana dia mendapatkan harta, apakah dari sumber yang halal ataukah yang haram,” (HR. Bukhari).

Dewasa ini, jika anda perhatikan, anda akan mendapati bahawa sebahagian besar masyarakat serakah dalam mengumpulkan kekayaan dengan pelbagai cara dari mana saja, baik yang halal maupun yang haram.

Oleh kerana itu, sekarang ini banyak sekali kontrak-kontrak kerja yang rosak, dan orang-orang mulai melakukan pekerjaan dan jual beli yang barang-barang haram, seperti minuman keras, dan pakaian wanita yang terbuka, atau melakukan riba dan menyewakan tempat usaha kepada orang yang menjalankan usaha haram.

Allah SWT berfirman, “Makanlah dari makanan-makanan yang baik,” (QS. Al-Mu’minun: 51).

Sesungguhnya Allah itu baik dan tidak menerima kecuali yang baik-baik saja. Setiap daging yang tumbuh dari sesuatu yang diharamkan, maka neraka lebih sesuai untuk orang yang makan daging seperti ini. Orang yang bersikap hati-hati dan menghindar dari perkara-perkara syubhat pun nantinya menjadi asing di tengah masyarakat dan menjadi golongan yang luar biasa. Bahkan, nanti orang yang tidak menerima rasuah tidak akan bertahan lama dari jabatannya.

Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa menghindar dari perkara syubhat, maka selamatlah agama dan kehormatannya. Dan barangsiapa terjerumus ke dalam perkara syubhat, maka ia telah terjerumus ke dalam perkara yang diharamkan,” (HR. Bukhari dan Muslim). Semoga Allah mencurahkan hidayah kepada kita, dan menetapkan kita selalu berada dalam agama yang diredhai-Nya.

Add Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.